MAGELANG – Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2026 menjadi momentum untuk mengapresiasi peran santri dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, membangun karakter bangsa, serta berkontribusi bagi masa depan Indonesia. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan ini menegaskan pentingnya peran santri sebagai generasi penerus yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
Kabupaten Magelang memiliki potensi pendidikan keagamaan yang besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Magelang dalam Tabel 4.1.17, pada tahun 2025 tercatat 57.286 santri, didukung oleh 7.650 pendidik dan tenaga pendidikan serta 2.610 lembaga pendidikan Al-Qur’an. Angka tersebut menggambarkan besarnya ekosistem pendidikan keagamaan yang berperan dalam mendukung pembelajaran dan pembentukan karakter generasi muda.
Dilihat berdasarkan wilayah kecamatan, Kecamatan Mungkid mencatat jumlah santri terbanyak, yaitu 5.490 santri. Sementara itu, Kecamatan Windusari memiliki jumlah pendidik dan tenaga pendidikan terbanyak, yakni 650 orang. Adapun Kecamatan Secang mencatat jumlah lembaga pendidikan Al-Qur’an terbanyak, yaitu 190 lembaga.
Data tersebut memberikan gambaran mengenai persebaran santri, pendidik, dan lembaga pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Magelang. Keberadaan lembaga pendidikan dan tenaga pendidik menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran serta penanaman nilai-nilai keagamaan bagi generasi muda.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, para santri diharapkan terus mengembangkan ilmu pengetahuan, menjaga akhlak, memperkuat persatuan, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dengan semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, santri menjadi bagian penting dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih maju dan berkarakter.