|
|
Produksi dan Konsumsi Beras Tahun 2012 |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| |
Perhitungan angka produksi padi dipengaruhi oleh luas panen dan hasil per hektar, kedua komponen tersebut juga dipengaruhi oleh keadaan alam yang terjadi pada suatu musim tanam. Produksi padi selama periode 2008-2010 selalu meningkat. Pada tahun 2008 produksi padi sebesar 280.093 ton, 300.102 Ton pada tahun 2009 dan 327.618 Ton pada tahun 2010. Pada tahun 2011 produksi padi sebesar 307.594 Ton, mengalami penurunan sebesar 20.024 Ton dibandingkan tahun 2010.
|
|
|
|
Baca Selengkapnya...
|
|
|
Menjelang pelaksanaan Sensus Pertanian 2013 |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| |
Sensus Pertanian pertama dilaksanakan pada tahun 1963 dan sejak itu BPS secara rutin menyelenggarakannya setiap 10 tahun sekali pada tahun yang berakhiran 3, Sensus pertanian pertama dilaksanakan pada tahun 1963 dan yang keenam kali akan dilaksanakan pada tahun 2013 mendatang. Seperti yang telah diamanahkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan Undang-undang Nomor 6 tahun 1960 tentang Sensus.
|
|
|
|
Baca Selengkapnya...
|
|
|
TNP2K Menerima PPLS 2011 BPS sebagai Basis Data Terpadu Untuk Program Perlindungan Sosial |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| |
JAKARTA, TNP2K - Bertempat di Istana Wakil Presiden, Jumat pagi (20/1/2012), telah dilakukan penyerahan hasil akhir Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011 sebagai Basis Data Terpadu Program Perlindungan Sosial antara pelaksana tugas Kepala BPS, Suryamin, kepada Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Bambang Widianto. PPLS 2011 merupakan pendataan yang dilakukan BPS selama 6 bulan, sejak Juli 2011 hingga Desember 2011 hingga menghasilkan Basis Data Terpadu. Proses pendataan itu telah melibatkan 120.000 petugas pencacah di lapangan. Data yang dihimpun sekitar 96,7 juta jiwa penduduk Indonesia atau sekitar 25,2 juta rumah tangga miskin yang menjadi target program perlindungan sosial.
|
|
|
|
Baca Selengkapnya...
|
|
|
Bisnis Indonesia Triwulan IV-2011 Meningkat |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| |
Secara umum kondisi bisnis di Indonesia pada triwulan IV-2011 meningkat dibandingkan triwulan III-2011 dengan nilai ITB sebesar 106,92. Tingkat optimisme pelaku bisnis dalam memandang potensi bisnis di Indonesia sedikit menurun dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai ITB triwulan III-2011 sebesar 107,86). Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 terjadi di semua sektor, kecuali Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan (nilai ITB sebesar 98,14). Sektor Konstruksi mengalami peningkatan bisnis paling tinggi (nilai ITB sebesar 111,51), diikuti oleh Sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan (nilai ITB sebesar 109,05), Sektor Pertambangan dan Penggalian (nilai ITB sebesar 108,36), Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (nilai ITB sebesar 106,94), Sektor Jasa- Jasa (nilai ITB sebesar 106,58), Sektor Pengangkutan dan Komunikasi (nilai ITB sebesar 106,05).
|
|
Baca Selengkapnya...
|
|
|
Peranan PDRB Kecamatan terhadap PDRB Kabupaten, 2010 |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| |
Jika dilihat dari besarnya nilai PDRB per Kecamatan, dari 21 Kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang, Kecamatan Mertoyudan, Srumbung, Muntilan dan Secang mempunyai peranan yang sangat penting dengan peranan diatas 6 persen. Hal ini dapat dilihat dari besarnya sumbangan PDRBnya terhadap PDRB Kabupaten. Kecamatan Mertoyudan mempunyai peranan sebesar 15,82 persen terhadap PDRB Kabupaten atau sebesar 1.269,28 miliar rupiah untuk harga berlaku dan 16,11 persen atau sebesar 663,30 miliar rupiah untuk harga konstan 2000. Disusul Kecamatan Srumbung yang mempunyai peranan sebesar 8,02 persen terhadap PDRB Kabupaten atau sebesar 643,02 miliar rupiah untuk harga berlaku dan 7,80 persen atau sebesar 321,13 miliar rupiah untuk harga konstan 2000.
|
|
|
|
Baca Selengkapnya...
|
|
|
Gizi Seimbang, Investasi Bangsa |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| |
Tanggal 25 Januari telah ditetapkan sebagai Hari Gizi Nasional. ‘Gizi Seimbang, Investasi Bangsa’, itulah tema yang diangkat dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) tahun 2011 yang memperingati Hari Gizi Nasional ke-59 , karena saat ini masyarakat Indonesia menghadapi masalah ganda yaitu gizi kurang dan gizi lebih, dimana keduanya berpengaruh kepada kesehatan anak dan masyarakat, sementara anak merupakan investasi bangsa.
|
|
|
|
Baca Selengkapnya...
|
|
|